Tampilkan postingan dengan label Variageo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Variageo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Ikan yang Diperdagangkan Di Pasar Ikan Sendangbiru

Ikan yang diperdagangkan di pasar ikan Sendangbiru dipengaruhi oleh hasil tangkapan para nelayan. Jika hasil tangkapan nelayan berlimpah, baik dalam jumlah dan jenis, maka ikan yang diperdagangkan di pasar tersebut akan selalu mengikutinya. Berbagai jenis ikan yang dijajakan dalam lapak-lapak sederhana antara lain berbagai jenis ikan tuna, tongkol, tengiri, bandeng laut, cucut, kembung, bayeman, ikan pari, dan berbagai jenis ikan lainnya. Di samping ikan, dijajakan pula cumi-cumi, gurita, dan udang laut. Umumnya dalam keadaan segar. Memang dalam jumlah terbatas masih dijumpai pula ikan asin (ikan kering).

Harga ikan di pasar ikan Sendangbiru ini relatif murah. Ikan tuna 1kg dengan jumlah ikan dua ekor dijual seharga Rp 15.000,- Ikan tongkol lebih murah lagi. Satu kilogramnya dihargai sekitar Rp 15.000,- Ikan tengiri sedikit lebih mahal. Satu kilogram ikan tengiri dijual dengan harga di atas Rp 25.000,- Sedang udang laut satu kilogramnya seharga Rp 35.000. Para pembeli ikan di tempat ini bisa juga membeli ikan yang sudah dipanggang. Ikan pindang juga tersedia.
Sedangkan ikan-ikan yang ukurannya melebihi 10kg biasanya diekspor ke berbagai negara. Di antaranya ke Jepang.

Kamis, 14 April 2011

Pasar Ikan Sendangbiru

Inilah tempat satu-satunya di Kabupaten Malang yang secara resmi dijadikan sebagai tempat jual--beli ikan hasil tangkapan nelayan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tepatnya oleh Dinas Perikanan dan Kelautan. Nama Sendangbiru mungkin diambil dari kata sendhang tempat yang berair, dan biru. Jadi mungkin Sendangbiru mengandung arti suatu tempat yang mengandung air berwarna biru.
Memang itulah realitannya. Pasar ikan yang terletak di tepi pelabuhan alam ini berair tenang, jernih, dan membiru, serta dibentengi pulau Sempu dari samudera luas di latar depannya.

Ditinjau dari keadaan bangunannya, pasar ini terlihat masih relatif baru. Dibangun beberapa tahun yang lalu. Kumpulan kiosnya masih ada satu deret. Teratur rapi dan relatif bersih. Walaupun demikian, tempat yang sekaligus sebagai tempat pendaratan perahu-perahu nelayan ini sebagian kecil dari dermaga dan plengsengan penahan abrasi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Secara administratif pasar ikan ini berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing. Bukan Kecamatan Sumber Manjing Wetan. Mungkin penulis papan nama pasar tersebut tidak tahu nama kecamatan yang benar. Demikian pula cara penulisan nama tempat yang benar. Padahal aturan penulisan nama tempat di Indonesia, secara Kartografi harus bersambung.

Sabtu, 02 April 2011

Pelabuhan Sendangbiru

Pelabuhan Sendangbiru merupakan pelabuhan yang terjadi lantaran proses alam pada sebuah teluk Sendangbiru dengan latar depannya terlindungi oleh pulau Sempu. Lantaran adanya pulau Sempu itulah pelabuhan Sendangbiru menjadi relatif teduh/terlindung dari hantaman gelombang besar yang datang dari lautan bebas, yakni samudera Indonesia/samudera Hindia. Secara administratif pelabuhan Sendangbiru berada di Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang.

Sesuai dengan namanya, pelabuhan tersebut memang berair membiru dan jernih. Sejauh mata memandang, warna biru itu akan nampak mendominasi perairan tersebut yang kemudian dibatasi oleh hijaunya hutan pulau Sempu yang merimbun di seberangnya. Hijaunya vegetasi penutup perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Kidul, sebagai pegunungan kapur (karst), melatarbelakang pantai ini.

Pelabuhan Sendangbiru merupakan pelabuhan yang didominir oleh perahu-perahu atau kapal-kapal nelayan. Dengan demikian pelabuhan tersebut bisa dikatakan sebagai pelabuhan perikanan yang bisa juga disebut dengan tempat pendaratan ikan. Inilah satu-satunya pelabuhan yang terkelola di Kabupaten Malang. Selebihnya tersebar secara sporadis di berbagai tempat di wilayah perairan pantai Malang Selatan yang sifatnya hanya sebagai tempat pendaratan ikan dengan jumlah nelayan dan jumlah perahu yang lebih sedikit. Ukuran perahunya pun lebih kecil. Misalnya, tempat pendaratan ikan di pantai Kondangmerak, mBanthol, dan nJonggringsaloka.

Menurut informasi, perahu yang bersandar di pelabuhan tersebut tidak hanya perahu nelayan lokal di Kabupaten Malang, tetapi juga para nelayan lain yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka datang dari Madura dan dari berbagai kota di pantai utara Jawa Tengah. Di pelabuhan Sendangbiru inilah kemudian para nelayan menjual hasil tangkapannya.

Hasil tangkapan tersebut kemudian oleh para pedagang didistribusikan ke beberapa tujuan. Ikan hasil tangkapan nelayan itu ada yang dijual di pasar ikan kompleks pelabuhan tersebut, dijajakan keliling di desa-desa di daerah Malang Selatan, dikirim ke berbagai pasar di Kota Malang, bahkan ada yang diekspor. Kalau informasi dari mediamassa tentang pembangunan industri pengolahan ikan sudah terwujud, sebagian ikan hasil tangkapan nelayan tersebut diolah dahulu dan kemudian baru diekspor.



Senin, 28 Maret 2011

Jalan Raya Lintas Selatan Pulau Jawa


Inilah penggalan Jalan Raya Lintas Selatan pulau Jawa yang telah diaspal, tepatnya di daerah Bajulmati Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Jalan raya yang pencanangannya ketika zamannya Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri ini memang sampai saat ini memang masih terus diselesaikan. Ada beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang yang belum tuntas pengaspalan dan pengerjaan jembatannya. Maklum proyek besar yang tentu menyedot anggaran yang tidak sedikit. Trilyunan Rupiah tentunya.

Kelak jika pembangunan jalan ini telah selesai maka dapat berfungsi untuk mengurai kepadatan lalu-lintas di jalur tengah dan jalur pantai utara (Pantura) pulau Jawa. Di samping itu, wilayah pulau Jawa bagian selatan yang selama ini relatif terpencil akan segera terbuka isolasinya. Tingkat keterjangkauannya (accesibility) yang tinggi akan memacu segala potensi yang selama ini terpendam menjadi tergali dan termanfaatkan. Kemakmuran dan kesejahteraan diharapkan dapat meningkat pula.

Keterangan foto:
Dokumentasi pribadi dengan menggunakan kamera Sony DSC-W150 pada 26 Maret 2011, sekitar pukul 13.00. Dipotret di dalam kendaraan yang sedang melaju.

Minggu, 27 Maret 2011

Jembatan Bajulmati

Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan baru yang dibangun seiring dengan dibukanya proyek jalan baru di selatan pulau Jawa, "Lintas Selatan".

Sebagai jembatan yang dibangun pada abad ke-21 bisa dibilang relatif sempit, karena jembatan yang diberi pemisah di bagian tengahnya, hanya mampu menampung satu mobil kecil dan satu kendaraan roda dua dalam satu jalurnya. Rasanya kalau ada satu kendaraan roda dua dan satu kendaraan besar yang berdampingan lewat jembatan dalam satu jalur yang sama, sudah sangat beresiko. Padahal jalur ini nantinya digunakan sebagai jalur alternatif/penampung limpahan kendaraan yang semakin padat di jalur yang telah ada sebelumnya, di jalur utara dan tengah pulau Jawa. Semoga ruas jalan di lintas selatan pulau Jawa ini yang belum terselesaikan bisa segera terwujud untuk meningkatkat aksesibilitas masyarakat di selatan pulau Jawa ini.

Keterangan foto:
Foto koleksi pribadi dengan menggunakan kamera merk Sony DSC-W150 pada 26 Maret 2011, sekitar pukul 13.00WIB.

Jumat, 31 Desember 2010

SELAMAT TAHUN BARU, 1 JANUARI 2011


Senja tahun 2010 telah ditinggalkan dan kini telah memasuki tahun baru, tahun 2o11M. Tanggal 1 Januari 2011 bertepatan dengan hari Sabtu. Gegap-gempita peringatan pergantian tahun mewarnai berbagai belahan Bumi dengan penuh harapan dan optimisme. Harapan untuk dapat lebih baik dalam segala segi kehidupan di planet kecil yang bernama Bumi ini. Planet kecil dalam Tata Surya kita yang kini telah dihuni 7milyard penduduk. Semoga kehidupan di hari-hari mendatang lebih sejahtera, aman, damai, dan saling mengasihi. Amiyn.